Tampilkan postingan dengan label Sketchup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sketchup. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Mei 2018

Pengalaman dalam belajar SketchUp & Vray

Pengalaman dalam belajar SketchUp & Vray



Pengalaman dalam belajar SketchUp & Vray
Tulisan ini adaalah hanya sekedar testimoni/pengalaman saya dalam mempelajari software 3D modeling SketchUp dan Vray Rendering. Menurut pengalaman pribadi saya sebenarnya cukup mudah untuk menghasilkan modeling & rendering yang sederhana,  terutama buat newbie seperti saya ini:)

Kitchen putih ini adalah karya dari sahabat saya Candra Lesmana yg beberapa bulan ini fokus belajar modeling SketchUp dan Rendering  Vray.  Sahabat saya ini juga sering membatu saya dalam menyeselesaikan beberapa pekerjaan modeling dan rendering yang saya terima.

Pengalaman dalam belajar SketchUp & Vray
Nah...model lemari dibawah ini adalah hasil karya saya sendiri. Saya coba amati modeling & rendering saya sepertinya sudah sama hasilnya dengan sahabat saya Candra Lesmana.

Dari pengalaman & pengamatan saya ini kita dapat ambil kesimpulan bahwa untuk mencapai & mendapatkan hasil modeling & rendering yang sederhaana ini. Saya awalnya hanya cukup mempelajri point-point dasar yang penting dahulu. Agar dalam mepelajari SketchUp + Vrar tidak cepat membosankan bahkan membuat kita frustasi. Tahap selanjutnya secara perlahan-lahan, step by step, sedikit demi sedikit mempelajari point-point pengembangan yang belum dapat kita kuasai. Agar hasil modeling & rendering bisa lebih baik & realistik. 

Jika kita memaksakan diri ingin cepat & instant menguasai semua fitur SketchUp & Vray dengan tujuan agar hasil modeling & rendering kita realistik. Ini  tentu kurang baik. Lain halnya jika kita memiliki otak jenius. Apalagi telah memiliki kemampuan di software modeling lainnya, Mungkin bisa cepat menguasainya. Apalagi jika kita memiliki keinginan yang kuat, motivasi & semangat musti cepat bisa. Biasanya karena tuntutan pekerjaan, hoby & vaktor lain yang dapat memotivasi kita agar belajar lebih giat.

Juga kita harus istiqomah & konsisten terus menerus meningkatkan skill kita. Jangan sampai apa yang telah kita kuasai lupa atau hilang saat dibutuhkan. Trik saya biasanya jika tidak ada project modeling saya latihan dengan membuat berbagai model yang terlihat sehari-hari di depan mata kita. Saya coba modeling monitor, keyboard, mouse, meja komputer atau objek lainnya. 

Lah.. ngapain om repot2 amat bikin model itu semua.? Kan banyak di gudang 3DWareHouse om. Tinggal comotin ajah taro di model kita. Kita mah cukup bikin model ruangan ajah om. Lantai, tembok, & Plafon. Ribet amat sih om musti belajar modeling itu semua...????

Hahahah... inilah kesalahan yang banyak dilakukan para newbie seperti saya ini. Memang sangat banyak di Gudang 3DWareHouse tinggal comot-comot saja. Tapi tahukah Anda biasanya kebanyakan para newbie seperti saya ini tidak sadar bahwa model yang di comot itu sangat besar, high poly yang mubazir bagi proyek gambar kita. Lebih parah lagi membuat sketchup menjadi lemot karena memasukan komponen-komponen yang besar dari gudang. Sedangkan senjata tempur yang kita pakai PC/Laptop odong-odong... wkwkwk.

Menempatkan model sendiri memiliki kepuasan tersendiri saat di render. Jadi hasil modeling & rendering 99% aseli karya sendiri. Tapi kadang kalo sedang deadline kejar setoran saya juga kadang comot dari 3DWareHouse atau cari yang sudah pernah didownload di harddisk saya..wkwkwk

Disamping fitur dasar, SketchUp juga memiliki fitur canggih tambahan lainnya yang disebut plugin. Plugin/Extension ini ada dari SkethUp sendiri & ada dari pihak ketiga yang jumlahnya ratusan atau mungkin ribuan. Seorang newbie biasannya juga kepingin cepat-cepat bisa menguasai plugin-plugin tersebut. Atau kadang cuma ikut-ikutan trend keren-kerenan biar di sebut master, suhu, sifu modeling & 3D Artis. 

Dipasangnya puluhan plugin, lalu ditampilkan semua ikon toolbanya sampai hampir memenuhi layar kerja, padahal mungkin sebagian kecil saja yang dia kuasai. Yang lainnya biar kelihatan keren saat ngeshare di suatu grup/komunitas.  Ini tidak baik, bertahaplah kita menguasai suatu plugin. Jika satu plugin telah kita kuasai & mahir menggunakannya, maka kita bisa beralih ke plugin lainnya. Jangan sampai plugin yang tujuannya untuk mempermudah anda modeling, malah memperlambat anda dalam menyelesaikan satu projek gambar. Karean anda sibuk mempraktekan plugin tersebut pada project gambar anda. Ini salah bro...hahaha.


Jadi... tidak usah kita minder bahwa kita masih level newbie. Terus belajar dengan giat untuk mengasah skill & kemampuan. Anda yang sudah bisa tidak perlu lah mengaku Master untuk gaya-gayaan. Saya kenal beberapa master tidak mau disebut master. Karana master sejati selalu akan merasa kurang. Dia terus belajar & selalu rendah diri. Dia tak pernah mengaku dirinya master, guru, sifu, fakar modeling/rendering. Itulah the real master...

Semoga tulisan ini bisa memacu motivasi teman-teman semua. Mohon maaf apabila ada tulisan yang tidak berkenan. 
Salam udud buat KGSI semoga makin maju & kompak selalu.

Penulis : Asep Asep
Model & Render : Candra Lesmana & Asep Asep

Jumat, 13 April 2018

Tips untuk newbie SketchUp+Vray jika ingin cepat bisa

Tips untuk newbie SketchUp+Vray jika ingin cepat bisa
Seperti biasa ini ide tulisan berasal dari KGSI komunitas yang saya ikuti. Ide ini kiriman teman member akun Asep asep dengan judul posting "sekedar tips buat newbie sketchup+vray jika pingin cepat bisa"
Saya coba perinci maksudnya si akang Asep Asep ini. Mungkin sedikit tambahan yang menurut pendapat saya bisa juga menjadi cara agar bisa cepat membuahkan hasil dalam belajar Sketchup & Render Vray.

1. Rajin latihan minimal 8 jam sehari.

Kita mungkin sering mendengar slogan "Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya". Slogan ini sering kita dengar saat sekolah SD & selalu di ucapkan guru-guru kita dulu saat sekolah. Bahkan di tempel di dingding sekolah agar kita sebagai murid selalu rajin belajar, rajin mengerjakan PR, dll.
Menurut kang Asep Asep minimal musti 8 jam/hari. Waduh..apa ga jenuh & bosenin kang? wkwk. Tentu saja mungkin maksudnya ada jeda & selingan agar tidak membosankan & tidak cepat prustasi manakala mentok.
Rajin latihan minimal 8 jam sehari
Kalo saya sih biasannya untuk yang belum kenal sama sekali cukup 2 jam saja dulu. Itupun jarang ada yang kuat saat praktek menggambar. Selanjutnya bisa di tambah secara bertahap. Ibarat kata bayi baru brojol tentu tidak langsung bisa lari. Akan ada proses & tahapan yang harus dia lewati. Sama halnya dengan belajar modeling Sketchup. Anda musti mengerti dasar-dasar dahulu, mengerti tools standar dahulu, mahir menggunakan line, rectangel, circle, arch, move, rotate, dll. Jangan fokus ke plugin-plugin apalagi fokus pengen cepat bisa render realistik dengan Vray. Ya kalo untuk selingan setelah satu model anda pelajari boleh lah coba di render. Tapi jangan menghabiskan waktu di proses render ini jika modeling saja anda masih minim.

2. Perbanyaklah teman di komunitas

Perbanyaklah teman di komunitas
Kembali saya ingat dengan slogan "Banyak anak banyak rejeki"...ups!, maksud saya "Banyak teman banyak rejeki", lah ko' ga nyambung sih.??? Hehehe tenang dulu. Maksud saya adalah rejeki disini adalah ilmu. Menurut saya rejeki bukan hanya di ukur materi atau duit. Kesehatan, hati tenang, banyak saudara & banyak teman yang memberikan kita ilmu & pengalaman adalah rejeki sesungguhnya.

Maksud kang Asep Asep adalah perbanyaklah teman yang sama-sama suka & hobi dalam menggunakan sketchup sebagai software modelingnya. Tentu saja tidak usah pilih-pilih teman. "Ah saya mau cari teman yang sudah pro/master saja biar cepat bisa. Kalo saya cari teman yang newbie juga, nanti saya tidak bisa cepat & makin bodoh". Ini salah besar. 

Sebaiknya anda utamakan perbanyak mencari teman yang selevel dengan anda. Maka komunikasi, sharing/berbagi akan lebih intent. Juga jangan mengabaikan teman di bawah level anda. Perbanyak juga mereka, share apa yang sudah anda ketahui kepada teman dibawah anda. Ini akan menguatkan & memantapkan skill anda. Terus masa ga boleh perbanyak teman yang lebih expert, master, suhu dari kita? Boleh saja, tapi anda musti punya cara komunikasi etika super hati2 dengan mereka. Karena kita tau semua memiliki karakter & sifat berbeda-beda. Jika ada bergabung ke grup yang banyak para masternya, bersiaplah untuk dibully atau bahkan dicuekin sama sekali. Ini harus anda persiapkan. saran saya pilih kata-kata yang tepat dalam bekomunikasi di sebuah komunitas yang majemuk anggotanya. Jangan jadi kid zaman now...wkwkw. Begitu kan maksudnya kang Asep Asep...? hahaha

Tidak ada salahnya anda segera gabung dengan KGSI (Komunitas Google Sketchup Indonesia). Walau member grup FB ini tidak sebanyak grup besar sejenis lainnya, tapi menurut saya grup ini sangat aktif & rame. Sehingga beberapa waktu lalu sempat menjadi sasaran para spammer. Entah apa modusnya, Tapi kami yakin dari grup ini anda akan mendapat banyak teman yang aktif.

3. Buatlah team belajar sesama newbie dan buat file latihan bersama. Temukan solusi dari permasalahan itu bersama, Pasti lebih cepet dapat solusi dan jadi paham

Nah ini berkaitan dengan No.3 tadi. Berarti pendapat saya benar ya kang? perbanyak teman selevel. Cuma di sini kang Asep menyarankan buat suatu projek modeling bersama. Mungkin awali dengan model termudah. Untuk mencari ide projek modeling bersama yang di maksud kang Asep Asep kita bisa amati benda-benda terdekat sekitar kita. Contoh mungkin anda bisa mulai dari membuat meja, kursi, piring, gelas, sendok, dan yang ringan lainnya. Lalu berlanjut ke yang agak menantang, misalnya bantal, kasur, dst.
Buatlah team belajar sesama newbie dan buat file latihan bersama. Temukan solusi dari permasalahan itu bersama, Pasti lebih cepet dapat solusi dan jadi paham

"Ah...ngapain segala latihan bikin model. Kan banyak di gudang warehouse, tinggal comot-comot ajah. Lalu kita taruh, putar, geser di model kita". Waduhh... repot kali begini nih. Gimane mo maju ke render realistik jika bikin model ajah malas. wkwkw. 

Baiklah saya sedikit ceritakan pengalaman yang baru saja saya alami. Ada seorang teman di komunitas yang bertanya cara render realistik di Vray. Dia sendiri malu untuk share karena model banyak comot dari gudang. Lalu saya coba kasih beberapa masukan. Juga coba saya mau bantu renderkan model interiornya. Ternyata filenya ukurannya 500MB+. Wowww... emejing. Langsung saya tolak, karena udah pasti akan hung/crash sketchup saya. Jangankan untuk dirender. Ga kebanyang saat buka file modelnya saja pasti lama banget dah. Akhirnya dia bilang cuma 165MB. 

Maka saya coba download & buka di SketchUp 2013. Tidak terlalu lama sih loading itu model. Cuma karena tidak memainkan layer, group & komponen. Maka terasa berat sekali mencari ruang yang akan di render. Akhirnya saya prustasi,,,saat saya mulia perbaiki dahulu modelnya menjadi lowpoly, purge komponen material, cleanup... wkwkw. Ini adalah karena salah comot dari warehouse. 

Bayangkan satu komponen warehouse bisa 10-20MB. Bahkan ada yang sampai 50MB...mantab. Padahal jika kita modeling sendiri sesuai kebutuhan kita maka hal ini tidak akan terjadi. Untuk apa membuat model dengan segmen yang banyak & highPoly jika jauh dari kamera? 
Model besar juga karen salah menggunakan plugin-plugin modeling seperti roundcorner, curviloft, artisan, dll. Masih malas belajar modeling & buat komponen sendiri??? 


4. Tidak menggunakan vsopt dan vismat orang lain karna itu membuat kita malas. vsopt hanya di gunakan buat kerjaan sendri dan vsopt buatan sendiri.

Tidak menggunakan vsopt dan vismat orang lain karna itu membuat kita malas. vsopt hanya di gunakan buat kerjaan sendri dan vsopt buatan sendiri.
Seperti di ulas di atas bahwa modeling adalah yang utama untuk di pelajari. Jika anda telah berhasil menguasai tool dasar modeling SketchUp, tentu jika waktu mepet karena anda telah mulai bekerja sebagai seorang disainer, tidak masalah anda comot dari gudang 3D warehouse. Tapi saya sarankan carilah sesuai kebutuhan, perhatikan ukuran & jumlah polygonnya. Karena jika tidak, anda akan furstasi pada proses rendering ini.
Maksud kang Asep Asep ini tentu untuk kemajuan & kebaikan anda. Menggunakan visopt & vismat orang lain untuk model yang akan anda render tingkat keberhasilannya adalah dibawah 10%. Saya sudah buktikan. Mungkin berbeda dengan dengan anda. Mungkin saja pas anda pakai Visoft & vismat orang lain sedang beruntung sehingga dapat hasil yang bagus. Tapi itu jarang terjadi. Why?
  • Komputer sipembuat visoft & vismat bisa jadi lebih canggih & ngacir dari komputer anda.
  • Anda tidak mengenal perangkat/mesin render anda. Terutama kartu VGA, maka akan merepotkan & membuat anda frustasi.
  • Jika visopt orang lain diterapkan pada model anda. Maka anda akan banyak melalukan perubahan material & lighting.
  • Jika vismat diterapkan kepada model anda lalu anda tidak memperhatikan skala texture, bump, highmap, dll maka hasilnya akan juga tidak maksimal.
Boleh saja anda gunakan visot & vismat orang lain untuk anda pelajari & terapkan di model anda. Tapi tentu hal ini harus mengerti dasar-dasar vray. Satu nilai yang anda rubah dalam setingan vray akan bepengaruh ke nilai lainnya. Menurut saya memang Vray ini sangat canggih dengan banyak parameter dibanding render engine lainnya. Tapi tentu saja butuh extra waktu & kesabaran dalam mempelajarinya. 
Untuk pekerjaan skala kecil, saya lebih suka menggunakan yang ringan & sederhana seperti brighter3D, Twilight, kerkhytea, dll. 

5. Jangan malu posting dan bertanya,

Jangan malu posting dan bertanya
"Malu bertanya sesat dijalan, malu bertanya seputar modeling & rendering, hasil jauh dari  yang kita harapan" hahaha. Alhamdulillah semua para master yang ada di KGSI tidak mau di juluki master, fakar, suhu atau sifu. Semua mengaku newbie, noob, pemula, masih TK, malah ada yang ngaku masih paud.. wkwkw. Jadi buat apa malu untuk post hasil modeling & rendering kita? buat apa malu bertanya? Tapi...tentu kudu pakai etika dalam bertanya. Biar yang master ngaku newbie itu mau menjawab & merespon pertanyaan anda. Jangan berlebihan sehingga membuat mereka kesal. Contoh berikut adalah pertanyaan yang kadang membuat heboooh komunitas:
  • Om.. tolong dong cara membuat ini gmana ya? Buatkan ebook tutorialnya om, kalo bisa tutorialnya video om.....
  • Mantab om renderannya... bisa minta model, setingan vismat & visoftnya ga om?
  • Kalo emang disini banyak master, tolong jawab pertanyaan saya ini om...
  • Om minta link cangcimen & jamu gendong dong. Saya mau belajar sketchup & vray...
  • Izin share om. Ini rendering saya paling realistik. 
  • Ah..si om kan baru bisa modeling & render kotak-kotak doang.(padahal dia juga sama ga bisa)
  • Prok..prok....lihat jadi apa nih ya? (pas di tonton videonya malah buang-buang waktu. Karena ga ada apa-apa..hahaha)
  • Silahkan gabung dengan grup & sekolah saya. Karena grup saya bisa nampung ribuan. Karena sekolah saya terbesar se Asia,,, wkwkw. (Walaupun benar, tapi musti tepat waktu & tempatnya)
  • Om ada grup kumpulan para ahli SketchUp & Rendering ga om. Masukin saya om. saya mau belajar (Hahaha...aya-aya wae)
  • Om tolong masukan teman saya ke grup ini. Dia jago banget, ahli  & fakarnya SketchUp om (Wadaaaauuuuu......)
Nah..biasanya pertanyaan & share seperti itu banyak mengundang kemarahan para newbie juga para master. Jadi belajarlah etika & cara komunikasi yang baik. Jangan ikut-ikutan kid zaman now..wkwkw

6. Mintalah koreksi share anda dari para mas-stah & mba-stah di group/komunitas yang anda ikuti.

Mintalah koreksi share anda dari para mas-stah & mba-stah di group/komunitas yang anda ikuti.
Ini sebenarnya sama dengan no 5 kang Asep Asep. hehehe. Tapi coba ane fahami maksudnya kang Asep ini. 
Meminta saran, pendapat, kritik, atau bahkan bullyan atas hasil modeling & rendering kita. Tapi saya ingatkan, agar selesaikan & sempurnakan dahulu sebelum anda share untuk meminta saran. Jangan setengah-setengah. Karena tidak akan menarik & mendapatkan respon jika modelnya masih belum selesai & terburu-buru di render lalu di share. Sabarlah dulu dalam modeling. 
Contoh, jika anda sedang belajar modeling exterior rumah, cobalah detailkan dahulu atapnya dengan Nok, bubungan, lisplank, dll. Jangan hanya garis-garis saja. Lengkapi dengan pemanis background. Jika modeling telah selesai, lalu seting  pengaturan material, cahaya, enviroment.dll. Setelah anda rasa semua selesai atau sudah mentok, maka cobalah share. Tidak usah malu & sungkan. 
Terkadang hasil modeling & rendering menurut kita jelek, malah dibilang real & keren. Sebaliknya, menurut kita sih sudah mantab & real banget, tapi kadang menurut orang lain jelek. Itu untuk newbie seperti saya. Tapi untuk para master yang jam terbangnya sudah lama bisa mengetahui kekurangan walau sedikit saja.

7. Udud+kopi = ide.... wkwkwk INI GK HARUS YA :v

Udud+kopi = ide
Haduuh..rumusnya bener ga nih? hahaha...
Ini sebaiknya jangan dilakukan buat teman-teman. Terutama yang masih sekolah SMK. Mungkin jika ngopi saja boleh lah,,, kadang memang bisa menambah stamina pikiran & mata biar ga ngatuk. Memang bagi sebagian perokok seperti saya ini, bisa membantu konsentrasi. Tapi efek yang ditimbulkan akan berbahaya. Saya pribadi mencoba berusaha untuk tidak merokok saat depan komputer sedang mendisain. Tapi masih sulit. 
Sebenarnya ide itu muncul bukan dari Udud & kopi kang. Ide bisa muncul dari mengamati hasil modeling & rendering orang lain. Terkadang juga ide muncul saat kita sedang di KM/WC (maaf), kadang sedang makan, atau situasi lainnya. Itu bisanya karena dorongan & semangat yang kuat untuk belajar. Malah terkadang saat kita mau tidur muncul ide itu. Atau malah sampai terbawa mimpi,,,,wkwkw.

Demikian ulasan saya atas apa yang dishare kang Asep Asep di KGSI. Mohon maaf jika ada kesalahan & kehilafan dalam mengulasnya. Semoga bermanfaat.

Jumat, 06 April 2018

Review & Mencoba Twilight Render V.2 for SketchUp

Review & Mencoba Twilight Render V.2 for SketchUp
Twilight Render V2 menyediakan versi free yang lumayan lengkap fiturnya untuk mengubah model SketchUp Anda menjadi gambar foto-realistis. Sebagai sebuah plugin render Twilight menyediakan fitur pengaturan material, lighting/pencahayaan, enviroment, bahkan sampai ke animasi & fitur post processing agar hasil render anda Realistik. Menurut saya cukup lengkap untuk sebuah plugin render. Kelebihannya yang tak kalah penting adalah freeware alias gratis.

Template Material

Ini merupakan fitur favorit saya atau mungkin Anda juga. Twilight menyediakan sangat lengkap material. Dari mulai kayu, lantai, kaca, logam. cat, dll. Menerapkannya juga sangat sederhanan & mudah. Semudah setting material di Sketchup.
Template material twilight rendre

Template render twilight

Template Render Photo Realistik

Seperti kita ketahui, di render engine lain untuk setting parameter render yang kita inginkan cukup memakan waktu yang lama. Walau sudah disediakan template default, namun tidak sebanyak template seting yang disediakan Twilight. Berikut adalah beberapa metode & setting rendernya. Anda juga bisa memilih mulai dari tingkat low res sampai Hi-res. Kita bisa mencoba satu persatu. Setelah mendapatkan hasil terbaik, maka simpanlah setingan tersebut untuk project render berikutnya. 
  • Ray Tracing
  • Photon Mapping
  • Path Tracing
  • Bi-directional Path Tracing
  • Metropolis Light Transport
  • Clay, Depth, Alpha Mask, and more

Render objek yang dipilih

Tidak hanya template seting. Tapi twilight juga menyediakan fitur render untuk objek/geometri tertentu dalam layak kerja Skechup. Misalnya dalam sebuah interior anda hanya ingin merender furnitur saja dulu, maka anda tinggal menandainya lalu render. Tidak perlu menghide atau menonaktifkan layer SketchUp.

Kamera Yang Intuitif

Camera Twilight Render
Twilight mampu merender persis apa yang Anda lihat di SketchUp Perspektif, Isometri, silindris, bulat, dll. Di render lain kadang sulit mendapatkan aspect ratio yang tepat. Camera hasil render tidak sama dengan tampilan layar kerja sketchup. Di Twilight hal tersebut tidak perlu terjadi.

Pencahayaan & Lampu

Pencahayaan & Lampu Twilight Render
Pencahayaan ini adalah hal yang tak kalah penting dalam menciptakan sebuah hasil render yang realistik. Tidak usah kuatir dengan pencahayaan, Twilight menyediakan banyak model & type pencahayaan. 

  • Point / Omni-directional
  • Spot dengan hotspot dan falloff
  • Proyektor Gambar
  • IES (Fotometrik)
Disediakan juga template material yang sudah di seting sebagai Cahaya. Anda tinggal memilihnya di koleksi material cahaya Twilight

Lingkungan, Matahari, & Langit

  • Langit Fisik bekerja secara otomatis dengan mengubah waktu dalam sehari
  • HDR / IBL High Dynamic Range Spherical Sky
  • Warna Langit
  • Pencahayaan Berbasis Gambar Bulat / Belahan Gambar (jpg / hdr)
  • Pencahayaan Proyeksi Probe HDR
  • Mudah konversi antar jenis
Lingkungan, Matahari, & Langit Twilight Render

Semua editor dapat diakses langsung dari toolbar Twilight Render, dan banyak fitur mudah tersedia dari salah satu menu konteks SketchUp. Twilight memanipulasi data langsung dari SketchUp, memberikan akses langsung ke lampu, Layer, Sceen, dan material. Semua data Twilight tersimpan tepat di dalam file Model SketchUp, jadi Anda tidak akan pernah kehilangan seting render apapun saat file model anda buka kembali. 

Pokoknya render ini sangat sederhana tapi punya kekuatan yang luar biasa dibanding render lainnya. Banyak lagi fitur yang dimiliki, sperti perhitungan layering dan Fresnel Ramp yang lebih tinggi, material yang se realistik aslinya. pemetaan BUMP/benjolan, tembus pandang, dan refleksi buram terbaik yang ada.

Demikian review saya mengenai render Twilight render ini semoga bermanfaat.

Rabu, 04 April 2018

Cara mudah membuat atap jurai tanpa plugin

Cara cepat membuat atap jure tanpa plugin
Seperti biasa, postingan ini saya buat karena ada teman yang menanyakan cara membuat atap. Untuk jenis atap pelana/sofi-sofi mungkin tidak terlalu sulit. Namun untuk atap model limas, joglo, perisai/jurai mungkin perlu sedikit trik. Pada dasarnya sama saja, yang penting anda mengerti penggunaan tools axis & protactor, karena atap memiliki kemiringan sudut tertentu yang tidak paralalel & tegak lurus terhadap sumbu default sketchup.

Memang banyak plugin sketchup untuk mempermudah dalam membuat dasar atap. Namun sebenarnya dengan tools standar SketchUp juga mudah membuatnya. Keuntungannya keahlian anda akan bertambah ketimbang menggunakan plugin. 
Cara mudah membuat atap jurai tanpa plugin

Jika telah sering membuat atap dengan bentangan baku & tertentu akan semakin cepat lagi. Anda tinggal membuat garis bantu sebagai tinggi kuda-kuda. Misalnya: bentangan atap 8 meter dengan sudut kemiringan 35 derajat maka anda bisa langsung membuat  tinggi kuda-kuda berkisar 2,8 meter. Langkah selanjutnya anda dengan mudah tinggal menari garis untuk dijadikan garis jurai. 
Cara mudah membuat atap jurai tanpa plugin

Coba saya ingatkan lagi rumus segitiga siku dimana L=1/2 alas x tinggi. Atau dengan menggunakan rumus phytagoras a2=b2 + c2. Cara ini pun digunakan oleh si mamang tukang untuk menyiku bangunan dengan membuat perbandingan antar tinggi, alas & sisi miring. Misalnya
3m:4m:5m
60cm:80cm:100cm
120cm:180cm:200cm
dan sebagainya..

Baiklah kembali ke topik utama silahkan tonton video sederhana ini. Ini adalah salah satu cara membuat atap dengan menggunakan axsis & protactor. Jika ukuran/dimensi bentangan sering anda gunakan dalam membuat model atap. Maka sebaiknya di catat tinggi & sudutnya. Sehingga dalam membuat model anda tak perlu merubah axis & menggunakan protactor. Cukup membuat garis bantu sebagai tinggi tinggi kuda2. Semakin banyak anda mencatat & mengingat maka akan semakin cepat membuat model atap. Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Rabu, 28 Maret 2018

Download Background Langit untuk Sketchup Model

Download Background Langit untuk Sketchup Model
Tulisan ini terinspirasi oleh pertanyaan beberapa teman di komunitas yang menanyakan cara memberi background/latar belakan sebuah model SketchUp. Sebenarnya banyak cara diantaranya dengan HDRI, Photo Panorama, Edit di Digital Imaging software & memberi langsung image/foto pada model SketchUp kita seperti isi dari tulisan ini. 

Anda tinggal membuat sebuah bidang sebaiknya bentuk lengkung, oval, dome atau melingkar agar efek yang dihasilkan saat render mendekati realistik. Berikut adalah contoh sederhana komponen background yang dapat anda download langsung. InsyaAlloh tulisan berikutnya akan saya jelaskan cara membuatnya.

Silahkan klik pada model untuk mendownload dari 3D Warehouse.



Background Setengah Lingkaran


Background Lingkaran penuh

Download modelnya di Gudang saya :)
Walk Mechanism 2 - Bug Climber

Senin, 26 Maret 2018

Cara mempercepat render di SketchUp dengan Vray

Cara mempercepat render di SketchUp dengan Vray
Masalah lamanya waktu merender adalah masalah klasik yang sering kita temui dalam finishing hasil modeling kita. Apalagi seperti saya yang masih menggunakan mesin (komputer) render kelas rendah. Spesifikasi komputer saya bisa dibilang kelas odong-odong,  Core2Duo, 4GB RAM, 2GB VGA. Makanya saya coba cari tau penyebab lamanya render. Sebagian dari pengalaman sendiri sebagian kata teman-teman, sebagian lagi boleh cari di simbah gugel yang belum saya alami..wkwkw

Tapi sebelumnya sangat penting untuk membaca artikel ini sebelum anda mulai menekan tombol "R" Vray. Karena dari artikel yang saya rekomen ini, di beberapa kasus render saya bisa meningkatkan 30-50 % kecepatan render Vray. Ini dia artikel yang harus anda baca. Setelah selesai baca ini silahkan lanjut praktekan artikel tulisan ini.

10 Tips Agar Sketchup Lebih Ngacir

Penyebab dan cara mengatasi Bug Splat pada SketchUp

Cara menyimpan & membuka file SketchUp yang ukuran filenya besar

Cara Merakit PC yang cerdas untuk 3D Modeling & Rendering - Bagian 1

Cara Merakit PC yang cerdas untuk 3D Modeling & Rendering - Bagian 2

Sudah dibaca? Hahaha ya sudah atuh jika belum baca semuanya mah. Minimal anda sudah membacar 10 Tips Agar SketchUp Lebing Ngacir... :). Langsung saja silahkan praktekan satu  persatu trik ini. Coba beberapa dulu sang sejenis, lalu coba render.

  1. Kenali Mesin Render/Komputer/laptop anda. Pelajari VGA, RAM, Processor & MB anda. Lalu buka setingan RTengine anda Pilih opsi OpenCL, CUDA. Salah jika anda mengunakan RT CPU padahal GPU VGA anda jauh lebih canggih. Kecuali terbalik keadaannya. 
    Cara cepat render vray - RTengine setting
  2. Ini sering saya sampaikan di grup WA untuk selalu mematikan semua aplikasi & program yang berjalan di background windows yang tidak kelihatan. Contoh antivirus, utility tweak, atau mungkin saya akan matikan koneksi internet & firewall saat  saya merender (malah kadang saya tidak menginstalnya sama sekali.). 

    Cara mempercepat render - Kondisi CPU
    Kondisi CPU sebelum Render dimulai

    Cara mempercepat render - Kondisi CPU saat render
    Kondisi CPU saat proses Render 
  3. Jika anda terbiasa melakukan kerja lain sambil menunggu rendering, sebaiknya pikirkan untuk berpindah ke PC/laptop lainnya. Jangan ganggu PC yang sedang render jika tidak ingin hung & makin lama rendernya.
  4. Jangan terlalu banyak subdiv pada bayangan Anda (sebisa mungkin saya tidak lebih dari 8).
    Kondisi CPU saat render - setting shadow subdivs
    Setting shadow subdivs < 8
  5. Jangan gunakan tekstur dengan resolusi Gede banget alias raksasa. Yaitu. Jika Anda membuat gambar akhir Anda pada 1024px, Buat apa anda menggunakan satu texture dengan ukuran diatas 1024. Malahan mah saya akan gunakan 1/10 atau bila perlu 1/5 dari output hasil yang saya inginkan. 
  6. Bijaksanalah dalam menggunakan material. hindari menggunakan terlalu banyak kilau shinny & glossy. Gunakan difuse sederhana, bump, displacement dan refleksi. Juga sebaiknya coba gunakan material yang Anda buat sendiri daripada material siap pakai punya orang yang kita download.  Ini akan menyesuaikan & memiliki kontrol yang lebih baik pada proses render kita. Pada contoh berikut ini saya hanya menggunakan kurang dari 10 material yang menggunakan refleksi, glossy atau shinny. Juga dengan texture kecil. 
    Cara mempercepat render Vray - setting material
    Render dengan sedikit material  glossy
    Contoh dibawah ini belakan kaca bukan sebuah enviroment HDRI tapi hanya sebuah photo/gambar dengan size kecil. Saya mikir 1000X lagi jiga untuk sebuah interior saya gunakan file HDRI dengan ukuran 200MB... wow.... buat apa?....wkwkwk

    Cara mempercepat render Vray - setting HDRI
    Belakang kaca bukan HDRI, tapi bitmap dengan size kecil 
  7. Caustics adalah paling rakus memakan waktu render. Ya saya sarankan jika menggunakan ini Anda kudu siap-siap render sambil makan dan minum atau bahkan tiduran dulu sampai render selesai.
  8. Terlalu banyak pasang lampu, IES juga dapat menyebabkan pemborosan waktu render yang  berlebihan. 
  9. Saya akan berpikir 1000X jika saya harus menempatkan model 3D manusia. Coba pikir & anda lihat berapa size & jumlah poligon 3D orang yang realistik. Wow fantastik bukan. Kenapa anda tidak pasang saja Cut Out image format PNG dengan resolusi kecil. Ini sangat menghemat GPU & CPU berkali lipat.
  10. Berhati-hatilah terhadap refleksi glossy dan material yang buram .. (case to case basis)
  11. Post Pro & Editing digital Imaging  adalah pilihan terbaik untuk mempersingkat proses rendering, banyak program canggih yang free & open source seperti GIMP, Krita, Picasa, dll. Atau jika anda ingin pakai lebih canggih lagi dengan Photoshop, After Effects, AI dll..
  12. Konversi Komponen/Geometri ke Proxy - Yess ini adal alat bantu favorit baru saya! Sebuah geometri proxy adalah bagian geometri yang dioptimalkan yang dirancang untuk memuat dan membuat jauh lebih efisien dalam mesin render spesifik seperti V-Ray.
  13. Bitmap Proxies - Proxy bitmap adalah cara yang bagus untuk meminimalkan jumlah RAM yang Anda habiskan di suatu adegan.
  14. Irradiance and Light Cache (simpan ke file), lewati perhitungan saat menggunakan set dan adegan yang sama berulang kali.
  15. Sebelum Anda menempatkan semua shader, pertama-tama cobalah untuk mengganti materi
  16. parameter rendering (switch global) untuk memastikan semua poligon dimodelkan dengan benar untuk pengujian rendering sehingga Anda mengetahui jenis shader yang Anda tempatkan secara individual dan Anda dapat melacak dengan mudah material mana yang mungkin menyebabkan perenderan lebih lama.
  17. Saya lebih suka ADAPTIVE DMC daripada Adaptive Subdivision…
  18. Periksa Parameter Raycast Anda juga ... Seperti render region division, region sequence, dll.
  19. Jika Anda menggunakan mode pemindahan Vray, coba batasi area pemetaan 2d dan siapkan untuk memakan banyak ram.
  20. Gunakan 64bit Max
  21. Anda mungkin ingin memeriksa opsi multi-threading jika Anda menggunakan prosesor ganda.
  22. Gunakan Rendering Region: render hanya yang menarik bagi Anda. Dari waktu ke waktu, periksa shader Anda, verifikasi perbedaan kecil dan cepat temukan hasil yang Anda cari.
  23. Jangan tambahkan efek Glossy. Tambahkan hanya ketika Anda berpikir bahwa adegan itu berfungsi dengan baik.
  24. Geometri - Render dengan banyak objek dan / atau jumlah segitiga membutuhkan lebih banyak memori untuk dirender. Ada beberapa cara untuk mengurangi jumlah ini: -Menyesuaikan pengaturan penyiar dalam peluncuran Sistem (mengurangi tingkat Maks., Meningkatkan ukuran daun Min., Meningkatkan koefisien Wajah / tingkat dan beralih dari Statis ke Geometri Dinamis).
  25. Buffer gambar - resolusi output yang besar membutuhkan sejumlah besar RAM untuk menyimpan gambar akhir. Saluran G-Buffer tambahan meningkatkan jumlah itu. 
Cara mempercepat proses  render di SketchUp

Nah..itu saja yang sering saya lakukan agar proses render saya bisa lebih cepat tanpa jengkel & kesal saat menunggu. Sejak saya lakukan trik ini saya sering duduk memperhatikan si kotak-kotak yang sedang menyapu model saya. Karena rata-rata model sedang 5 - 10 menit, model berat 20 - 25 menit. Saat ada yang tidak beres saya Stop render atau biarkan saja jika saya nanati mampu memperbaikinya lewat Post Pro Digital Imaging.

Cara & trik diatas sebenarnya bukan untuk render Vray saja melainkan untuk Render Engine lainnya. Istilahnya mungkin sedikit berbeda pada render engine lainnya. Tapi pada intinya sama saja. Tinggal anda mau mencoba untuk trial & error. Kecuali jika anda nyaman dengan lamanya render ber jam-jam... wwkkk. Tentu saja trik di atas mungkin tidak berlaku untuk anda yang memiliki Komputer/Laptop super cepat kelas profesional ... hehehe

Selamat mencoba & semoga sejak anda mencoba & berhasil mempraktekan trik ini, anda tidak perlu tidur dulu menunggu proses render selesai...hahaha.

Sabtu, 24 Maret 2018

Cara membuat & menggunakan V-Ray Proxies

Cara membuat & menggunakan  V-Ray Proxies
Dengan Vray Proxies size file SketchUp anda akan semakin kecil & ringan. Karena komponen proxies ini hanya akan di load saat anda mulai render. Bisa dikatakan komponen vray proxies ini adalah komponen yang dinamis. Proses render pun akan sedikit lebih cepat karena lebih banyak RAM CPU & RAM GPU yang terbebas dari model sebelum render. 

Proxies ini lebih di tepat diterapkan untuk komponen-komponen sangat besar poligon/geometrinya. Contoh: Pohon dengan jumlah daun ratusan bahkan ribuan, komponen hasil Plugin Fur, rumput, kerikil & batu-batuan yang banyak, dan sebagainya. 

Tapi anda harus hati-hati menyimpan proxies ini. Karena sifatnya di load saat render. Maka file proxies anda harus tetap eksis di folder proyek render. 

Berikut adalah tutorial sederhana cara membuat & menggunakan vray proxies

1. Buka SketchUp, kita mulai dengan file baru.
2. Buat objek atau Import atau copy paste objek komponen yang akan di jadikan Vray proxies. Pada tutorial ini saya coba import sebuah pohon.
Cara membuat & menggunakan  V-Ray Proxies
3. Pastikan sudah terseleksi komponen tadi. 
4. Klik tombol "Export V-Ray Proxy", tunggu beberapa saat. Lamanya tergantung besar/banyaknya poligon. Pada contoh ini saya butuh sekitar 3-5 detik.
Cara simpan  V-Ray Proxies
5. Berikan nama. Walau sudah ada penanda extension *.Vrmesh, saya sarankan berinama yang sama dengan komponen pohon tadi. Boleh juga di tag tambah dengan kata proxy untuk mempermudah pencarian di windows explorer. Atau ya terserah anda saja.. hehehe

Cara load V-Ray Proxies

6. Setelah Anda klik Save, maka akan muncul opsi lanjutan. Muncul dialog untuk pengaturan proxy lainnya. Silahkan anda pilih opsi tipe proxy yang anda inginkan. Saya sarankan biarkan dulu pada pilihan default. Mungkin yang perlu anda set adalah banyaknya preview tris (triangle). Defaulnya adalah 100. Jika ingin lebih ringan bisa di perkecil. Tapi tampilan di SketchUp jadi tidak enak kelihatannya jika ada proxy lainnya yang berdekatan. 
Cara simpan komponen V-Ray Proxies
7. Klik OK Jika semua setingan sudah Anda atur. Maka anda sudah selesai membuat Komponen proxy.

Note: Tampilan komponen proxy pada layar kerja SU anda mungkin sedikit kelihatan aneh. Daun, dahan & ranting menjadi bentuk face segitiga semua. Tidak usah kuatir memang begitulah Viray proxy. 
Hasil Cara render Vray Proxy

Cobalah anda render, sepertinya kelihatan seperti komponen aslinya. Tidak ada sesuatu yang berbeda atau aneh saat di render. Tapi.... tunggu dulu, ini tidak semudah yang Anda bayangkan..wkwkw. Untuk mengetahui selanjutnya ikuti tutorial Cara menggunakannya berikut ini:


Cara meggunakan Proxy Komponen

1. Buat file baru atau open proyek 3D model anda. Dalam contoh ini saya coba open file lama saya.
2. Klik ikon "Import V-ray Proxy"
3. Akan terbuka dialog open file. Lalu pilih komponen proxy telah kita buat tadi. Kemudian klik "Open"
Cara membuka file Vray Proxies
Cara membuka file Vray Proxies
4. Tempatkan komponen Proxy tadi sesuai keinginan anda. Untuk memperbanyak anda tak perlu open lagi proxy tadi. Cukup copy saja ke posisi lainnya. Atau anda ambil dari jendela Tray Component anda.
Cara Menempatkan vray proxy
Contoh penempatan Vray proxies
5. Lalu cobalah render. Sebelum render biasakan Purge. Agar proses render ringan. Tunggu hasil render anda dengan sabar. Bagaimana hasilnya..? Wow....kenapa jadi kotak-kotak daunnya? Ada ada dengan dahannya..????
6. Harap anda tenang...hehehe. Coba bukalah Material editor Vray anda perhatikan ini. Ternyata saat tadi kita membuat Komponen Proxy, Vray tidak menyertakan maping materialnya. Malah diganti dengan material warna yang mungkin beda warnanya dengan proxy anda. Perhatikan pula ternyata membentuk satu grup material dengan nomor ID.

7. Silahkan ganti material dari komponen proxy tadi sesuai ID nya. Caranya terserah anda, apakah anda ingin membuat material baru untuk daun & dahan. Atau anda load vismat dari koleksi vismat anda. Jika tadi saat anda membuat proxy sebaiknya anda save material tadi untuk anda gunakan di lain waktu.
8. Setelah anda set materialnya sesuai IDnya. Silahkan Anda render lagi. Bagaimana hasilnya..? Ini hasil saya. Jika anda beruntung & benar dalam set material proxy, maka andapun akan sukses.

Cobalah anda praktekan & bandingkan size file dengan menggunakan komponen biasa yang high poligon & geometri. Bandingkan juga kecepatan Render Vray anda setelah mengganti semua komponen yang berat dengan komponen Proxies.

Jika teorinya benar ukuran semula komponen tersebut adalah 677KB. Setelah di konversi menjadi Vrmesh(Proxy) menjadi 302KB. dua material yang di save hanya 130KB. Ini hampir separuh dari ukuran komponen Aslinya dan hanya akan di load pada proses Render.

Namun kendalanya adalah jika komponen Vray Proxies tersebut kita save as menjadi komponen Sketchup, maka ukuran kadang lebih besar dari aslinya walau tidak terlalu beda jauh. Kelemahannya juga tampilan preview komponen proxies ini tidak nyaman untuk dilihat saat modeling. Tapi keuntungannya adalah kecapat dalam modeling & rendering.

Berikut saya sertakan file-file dalam tutorial ini agar anda mudah dalam mempelajarinya.
Mohon maaf jika ada kesalahan & kekeliruan. Jika anda bersedia silahkan tulis saran, kritik & pengalaman anda menggunakan Vray Proxy ini pada kolom komentar.